Kamis, 19 April 2012

membaca pikiran lewat bahasa tubuh


Sekilas info “membaca pikiran seseorang lewat bahasa tubuh”
Dewasa ini,kita harus waspada menghadapi orang yang semakin banyak berbohong demi keuntungan pribadi. Mengapa demikian? Karena sekarang yang paling penting adalah mencapai sesuatu dengan praktis,apapun dilakukan mencapai kepraktisan itu sekalipun ada kecurangan. Untuk mencapai kepraktisan itu,seseorang melakukan cara curang yang diawali dengan tipuan bahasa / ucapan. Tipuan  masa kini digolongkan menjadi dua,yakni melalui bahasa (verbal) dan tulisan. Tulisan biasanya dilakukan menggunakan konsep sesat pikir. Sesat pikir dipelajari dalam ilmu filsafat. Maksud dari sesat pikir yaitu kita seakan-akan menghinoptis orang dalam kebenaran padahal kita menyampaikan sesat pikir. Ini banyak digunakan oleh koruptor,politikus,programmer,ahli filsafat,dsb. Contohnya dalam fungsi negatif, saat ini komputer Anda terkena virus setelah mendownload sesuatu . Anda beranggapan seakan-akan virus itu ada secara natural. Hal itu tidak mungkin,sadarilah itu! Mengapa? Karena virus komputer itu diciptakan agar tercipta juga anti virus. Apakah Anda pikir anti virus penyelamat komputer Anda? Itu pemikiran salah,karena virus sengaja diciptakan agar anti virus dibeli orang dan lahirlah uang berlimpah yang menjadi milik penjual anti virus. Ini merupakan bagian sesat pikir.Namun tak selamanya sesat pikir untuk kejahatan semata,sesat pikir juga mempunyai tujuan baik. Contohnya, seorang anak tak mau minum susu kemudian seseorang mengatakan kepada anak itu “nak ini jus enak loh dan warnanya putih,ma nyuuuuss lah”. Anak tersebut pun meminumnya. Hal yang dilakukan orang itu adalah sesat pikir dan penempatannya memiliki tujuan positif. Intinya,memelajari sesat pikir bukan kesalahan esensinya apabila digunakan kedalam hal negatif,melainkan kesalahan subjek yang terlibat. Sama halnya dengan ilmu filsafat,banyak orang mengira filsafat itu sesat. Saya bilang TIDAK . buktinya? Buktinya saya gak sesat so kesesatan bukan kesalahan esensi atau hakiki filsafat melainkan pihak yang memelajari atau terlibat. Menurut pengalaman saya,filsafat ataupun cabang filsafat yang saya cintai yakni psikologi itu mengarahkan saya ke suatu titik yang luar biasa. Mengapa? Karena penilaian sesuatu yang ingin Anda nilai,harus Anda ketahui secara filosofis dan menyeluruh ,filsafat dan psikologi itulah jawabannya. Alasannya filsafat / psikologi memelajari yang ada dan abstrak. Contohnya,Anda ingin menilai mengapa BBM naik dan Anda menilai pemerintah jelek,tapi apakah Anda sudah memiliki dasar terhadap penilaian itu? Dalam filsafat,penilaian dapat dilakukan apabila objek yang dinilai sudah kita ketahui secara filosofis dan sudah kita pahami. Apakah Anda yang menjelekkan pemerintah sudah melakukan hal itu? Mulai sekarang mari membenahi diri untuk menjadi KRITIKUS YANG KRITIS DAN BERTANGGUNG JAWAB (seperti kata Soe Hok Gie)..
Sadarkah Anda paragraf 1 tak berhubungan dengan judul? Hal diatas sengaja dibuat sebagai pengantar. Mengapa ? karena misalnya saya buat judul “orang kritis”,Anda mungkin bosan dengar judul itu dan Anda tak akan membaca tulisan ini. Jadi saya memasukkan paragraf 1 tsb.(hal ini juga sesat pikir tetapi dalam hal positif). Kemudian untuk judul diatas,mungkin Anda ingin membacanya karena kita adalah KAUM YANG TERTIPU OLEH BAHASA VERBAL DAN TERKADANG JUGA MENIPU MELALUI BAHASA VERBAL
Paragraf selanjutnya berkaitan dengan judul, silahkan untuk lanjut membaca.
Jika Anda dihadapkan pada 2 pilihan,lebih baik mempercayai orang dari bahasa tubuh atau bahasa verbal? Ya pasti bahasa tubuh. Gerakan badan,mimik wajah ataupun perubahan warna pada tslinga dan lainnya memiliki pesan tersembunyi yang berbeda dengan bahasa verbal. Perbedaan gerakan itu dan bahasa verbal membuktikan orang itu berbohong. Bagaimana kita tahu gerakan itu? Silahkan menikmati bacaan ini
Seorang profesor psikologi dari Amerika Serikat, Albert Mehrabian melakukan penelitian yang berkaitan dengan bahasa tubuh. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa seseorang dapat dipercayai dengan tiga faktor komunikasi yakni verbal (perkataan), vokal(nada suara) dan visual (bahasa tubuh)
Awal melihat bahasa tubuh orang lain adalah dengan memerhatikan ketiga poin tadi.Anda daptat mempraktekkan di tempat umum. Lihat orang disekeliling Anda,amatilah mereka berbicara, memandang seuatu dan merespon situasi.  Pasti Anda akan heran kebohongan yang terjadi karena ketidakserasian ketiga gaya tersebut. Keahlian ini bukan hanya dikuasai dalam sehari saja,Anda harus bisa teliti menafsirkan apa yang terjadi. Apabila Anda baru belajar melihat bahasa tubuh,jangan langsung menilai artis atau poloitikus karena mereka pintar menyembunyikan bahasa tubuhnya. Namun jangan khawatir,secara tak sadar tubuh kita selalu jujur.BANDINGKANLAH..  Jika mata berkedip saat berbicara,berarti ada sesuatu ditutupi tersangka. Namun jangan langsung menilai juga,karena bisa aja ada kelainan saraf pada matanya.
Banyak orang mengatakan “sejak pertama,aku sudah menyukaimu”. Terkadang hal ini membuat kita bingung karena tidak mungkin baru jumpa langsung tahu bagaimana orangnya. Tahun 1979,Robert Zajonc,psikolog dari Amerika Serikat mengatakan bahwa saat detik pertama bertemu orang yang kita cintai maka kita akan gampang mengatakan dia adalah orang pilihan .  Tidak ada logika yang pasti dalam hal ini tetapi itu yang menyatakan adalah bahasa tubuh. Komunikasi non verbal antara kedua orang itu berperan namun kita tak sadari hal itu.

Menilai seseorang berbohong gak?
 Selanjutnya mengenal orang bagaimana berbohong. Pertama ,biasanya orang tersebut menutup mulutnya. Itu adalah hal refelks dimana otak menyuruh tangan untuk menghentikan kebohongan itu. Namun apabila saat kita bicara,teman kita menutup mulut berarti ia merasa kita berbohong.kedua adalah memegang hidung dengan sekejap. Namun hati-hati juga kerena bisa saja memang hiidungnya gatal. Teori menunjukkna,saat berbohong ujung saraf halus terasa gatal dan karena itu si pembohong akan menghusapnya dengan sekejap. Ketiga adalah gerakan mata biasanya sering tak melihat lawan bicara. Namun hati-hati juga,bisa saja orang tersebut memang bawaannya pemalu dan tak bisa melihat mata orang. Pelajarilah secara serius gerakan-gerakan itu. Keempat adalah menggaruk leher. Menurut Dr.Morris ,gerakan isyarat menggaruk leher menunjukkan keraguan atau ketidakpastian perkataannya.
Menurut Argyle ,ada sejumlah orang yang berbohong tetapi memperlihatkan ketulusan.ini adalah orang yang susah ditebak. Orang – orang ini disebut Argyle “orang-orang Machiavelli”
 Mengatasi kebohongan?
Jika Anda sudah mantap dalam memahami keempat bahasa tubuh tadi namun Anda belum yakin si X berbohong,Anda dapat mengatakan “percuma kamu x melanjutkan perkataan,kamu bohong ya” . Gunakan ekspresi bercanda saja saat Anda mengatakan itu. Dan lihat,ekspresi apa yang ia tunjukkan,yang x tunjukkan saat itu pastilah sangat mudah Anda tebak karena ia sudah terjebak perkataan Anda
Tanda-tanda tertarik dengan seseorang?
Karena alam bawah sadar memerintahkan bagian tubuh untuk merespon orang yang membuat Anda tertarik biasanya meletakkan tangan di dada yakni menunjukkan adanya suatu penerimaan. Hal ini sudah dipakai pada masa Romawi. Kedua adalah mendekat,seseorang yang tertarik pada Anda saat anda persentase depan kelas pasti ia akan mendekatkan atau mencondongkan tubuh mendekati Anda. Ketiga adalah arah kaki,saat Anda berbicara sambil berdiri dan salah satu teman Anda mengarahkan kaki ke kita berati ia tertarik dengan perkataan kita. Keempat sangatlah mudah,biasanya orang merapikan baju atau rambut apabila merespon lawan bicara apalagi lawan jenis.
Jika menhadapi orang stres?
Caranya Cuma satu yaknki mendengarkan ceritanya mengapa ia bisa stress dan ingat satu hal anda jangan menyalahkan ia dalam peristiwa diceritanya dan berusahalah memuji ia. Karena orsang akan bertambah bergairah apabila ia dipuji.praktekkan saja kalau tak percaya.
 Demikian dulu yaa mengenai bahasa tubuh yang kita gunakan teman-teman pembaca. Kapan –kapan dilanjut lagi...God Bless ~~
Sumber :Dianata. Membaca pikiran orang lewat bahasa tubuh. Bandung:mizan. 2010  
READ MORE - membaca pikiran lewat bahasa tubuh

sejarah psikologi di Indonesia

Sejarah keberadaan Psikologi di Indonesia
Keberadaan psikologi di negara Indonesia dimulai sejak tahun 1952. Asal usul Psikologi sama seperti negara-negara bagian barat yakni memiliki sejarah yang cukup rumit karena psikologi tergolong abstrak sampai saat ini.
Pada tahun 1952 psikologi dibawa oleh seorang  profesor psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yaitu Slamet Iman Santosa. Menurut Beliau,seorang psikatri membutuhkan ilmu psikologi untuk menempatkan seseorang sesuai dengan tempatnya. Setelah pernyataan-pernyataannya tentang dunia psikologi,Slamet diangkat menjadi ketua jurusan Psikologi di UI. Psikolog pertama yang lulus adalah Fuad Hassan tahun 1958. Kemudian tahun 1960 ilmu psikologi  berdiri menjadi Fakultas. Sehingga fakultas pertama di Indonesia berada di Universitas Indonesia.
Setelah itu para psikolog yang ditempatkan di Bandung juga mendirikan Fakultas Psikologi di Universitas Padjajaran.
Kemudian selanjutnya, jurusan Psikologi di Universitas Gadjah Mada berada dalam naungan Fakultas Pendidikan. Kemudian tahun 1964 fakultas tersebut berdiri sendiri menjadi Institut Pengajaran dan pendidikan Yogyakarta dan sekarang nama Institut tersebut adalah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) . Namun jurusan Psikologi tetap berada di Universitas Gadjah Mada dan akhirnya membentuk Fakultas Psikologi.
Selanjutnya jurusan Psikologi berada di Universitas Airlangga,awalnya jurusan tersebut merupakan bagian dari Fakultas Sosial Politik. Kemudian tahun 1992,jurusan Psikologi Universitas tersebut membentuk Fakultas Psikologi. Para stafnya sebagian besar adalah alumni Fakultas Psikologi Universita Gadjah Mada.
Pendidikan Psikologi berada di bawah kontrol Departemen Pendidikan Nasional. Kemudian izin praktiknya diatur oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) . Tahun 1998, HIMPSI tersebut terdiri dari tiga divisi yakni Psikologi Olahraga, Ikatan Psikologi Sosial dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi
Setelah itu kurikulum lama untuk jurusan Psikologi harus memenuhi 158-160 SKS. Namun pada tahun 1994,gelar  psikologi diharuskan memenuhi 140 SKS saja. Strata 1 jurusan psikologi yakni Spsi tidak diperkenankan membuka praktik psikologi. Praktik tersebut dapat diperkenankan oleh lulusan S2 psikologi(profesi) dengan beban sks sebanyak 20 SKS.
Pada kurikulum lama seorang mahasiswa yang sudah mengambil 140 sks mengikuti kepaniteraan di enam bagian yakni psikologi sosial, psikologi perkembangan, psikologi eksperimen,psikologi klinis,psikologi pendidikan dan terakhir psikologi organisasi dan industri. Pada kurikulum baru hanya empat bagian saja yakni psikologi klinis, psikologi industri,psikologi pendidikan dan psikologi organisasi
Sarjana jurusan Psikologi di Indonesia juga mempunyai suatu ikatan yakni ISPSi(Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia). Tahun 1993, ISPSi bekerja sama dengan Departemen Tenaga Kerja juga untuk pengaturan izin praktik. Seorang psikolog yang ingin membuat praktik psikolog dalam organisasi atau perusahaan harus meminta izin dahulu pada ISPSi di daerah masing-masing. Kemudian di test oleh HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) dan apabila lolos maka praktik psikolog dapat dilaksanakan.
Sekian penjelasan singkat sejarah keberadaan psikologi dalam universitas di Indonesia. Semoga bermanfaat untuk penambahan wawasan perihal psikologi . Akhir kata saya mengucapkan PSIKOLOGI ITU INDAH ...

Wina Tryanita Sari Simanjuntak
Fakutas Filsafat Universitas Gadjah Mada
Angkatan 2011
J

Sumber : Sarwono, Sarlito.Berkenalan dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi.Jakarta: Bulan Bintang. 2002
READ MORE - sejarah psikologi di Indonesia