Kamis, 19 April 2012

sejarah psikologi di Indonesia

Sejarah keberadaan Psikologi di Indonesia
Keberadaan psikologi di negara Indonesia dimulai sejak tahun 1952. Asal usul Psikologi sama seperti negara-negara bagian barat yakni memiliki sejarah yang cukup rumit karena psikologi tergolong abstrak sampai saat ini.
Pada tahun 1952 psikologi dibawa oleh seorang  profesor psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yaitu Slamet Iman Santosa. Menurut Beliau,seorang psikatri membutuhkan ilmu psikologi untuk menempatkan seseorang sesuai dengan tempatnya. Setelah pernyataan-pernyataannya tentang dunia psikologi,Slamet diangkat menjadi ketua jurusan Psikologi di UI. Psikolog pertama yang lulus adalah Fuad Hassan tahun 1958. Kemudian tahun 1960 ilmu psikologi  berdiri menjadi Fakultas. Sehingga fakultas pertama di Indonesia berada di Universitas Indonesia.
Setelah itu para psikolog yang ditempatkan di Bandung juga mendirikan Fakultas Psikologi di Universitas Padjajaran.
Kemudian selanjutnya, jurusan Psikologi di Universitas Gadjah Mada berada dalam naungan Fakultas Pendidikan. Kemudian tahun 1964 fakultas tersebut berdiri sendiri menjadi Institut Pengajaran dan pendidikan Yogyakarta dan sekarang nama Institut tersebut adalah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) . Namun jurusan Psikologi tetap berada di Universitas Gadjah Mada dan akhirnya membentuk Fakultas Psikologi.
Selanjutnya jurusan Psikologi berada di Universitas Airlangga,awalnya jurusan tersebut merupakan bagian dari Fakultas Sosial Politik. Kemudian tahun 1992,jurusan Psikologi Universitas tersebut membentuk Fakultas Psikologi. Para stafnya sebagian besar adalah alumni Fakultas Psikologi Universita Gadjah Mada.
Pendidikan Psikologi berada di bawah kontrol Departemen Pendidikan Nasional. Kemudian izin praktiknya diatur oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) . Tahun 1998, HIMPSI tersebut terdiri dari tiga divisi yakni Psikologi Olahraga, Ikatan Psikologi Sosial dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi
Setelah itu kurikulum lama untuk jurusan Psikologi harus memenuhi 158-160 SKS. Namun pada tahun 1994,gelar  psikologi diharuskan memenuhi 140 SKS saja. Strata 1 jurusan psikologi yakni Spsi tidak diperkenankan membuka praktik psikologi. Praktik tersebut dapat diperkenankan oleh lulusan S2 psikologi(profesi) dengan beban sks sebanyak 20 SKS.
Pada kurikulum lama seorang mahasiswa yang sudah mengambil 140 sks mengikuti kepaniteraan di enam bagian yakni psikologi sosial, psikologi perkembangan, psikologi eksperimen,psikologi klinis,psikologi pendidikan dan terakhir psikologi organisasi dan industri. Pada kurikulum baru hanya empat bagian saja yakni psikologi klinis, psikologi industri,psikologi pendidikan dan psikologi organisasi
Sarjana jurusan Psikologi di Indonesia juga mempunyai suatu ikatan yakni ISPSi(Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia). Tahun 1993, ISPSi bekerja sama dengan Departemen Tenaga Kerja juga untuk pengaturan izin praktik. Seorang psikolog yang ingin membuat praktik psikolog dalam organisasi atau perusahaan harus meminta izin dahulu pada ISPSi di daerah masing-masing. Kemudian di test oleh HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) dan apabila lolos maka praktik psikolog dapat dilaksanakan.
Sekian penjelasan singkat sejarah keberadaan psikologi dalam universitas di Indonesia. Semoga bermanfaat untuk penambahan wawasan perihal psikologi . Akhir kata saya mengucapkan PSIKOLOGI ITU INDAH ...

Wina Tryanita Sari Simanjuntak
Fakutas Filsafat Universitas Gadjah Mada
Angkatan 2011
J

Sumber : Sarwono, Sarlito.Berkenalan dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi.Jakarta: Bulan Bintang. 2002

1 komentar: